Showing posts with label Ekonomi. Show all posts
Belajar Manajemen Keuangan (Pemahaman)
By : AdiMPS
Sebagai seorang gamer dan mahasiswa yang baik, seharusnya diriku memanfaatkan waktu luang dengan lebih memahami apa yang aku harus mengerti dalam kuliah ini, so saatnya mengumpulkan bahan dari berbagai sumber, dan berusaha membaca serta mengertikan maksud >>
Apakah Keuangan
• Manajemen keuangan berkepentingan dengan bagaimana cara menciptakan dan menjaga nilai ekonomis atau kesejahteraan
• Dalam pengambilan keputusan keuangan harus berfokus pada penciptaan kesejahteraan
Keputusan Manajemen Keuangan
• Keputusan Investasi
• Keputusan Pembelanjaan dan Pembiayaan
• Keputusan Manajemen Aktiva
Peranan Manajemen Keuangan
• Bertanggung jawab terhadap keputusan
– Perolehan
– Pembiayaan
– Pengelolaan aktiva
• Pengalokasian sumber-sumber ekonomi agar meningkatkan pertumbuhan ekonomi
• Dapat menghadapi perubahan lingkungan dalam alokasi aktiva
• Peramalan dan perencanaan keuangan
• Keputusan besar dalam investasi dan pembiayaan
• Pengkoordinasikan dan pengendalian
• Interaksi dengan pasar modal
Tujuan Manajemen Keuangan
• Tujuan manajemen keuangan melihat padatujuan perusahaan, yaitu
– Memaksimumkan laba
– Memaksimumkan kesejahteraan pemegangsaham
– Memaksimumkan kesejahteraan pemegang saham dengan tidak melepaskan tanggung jawab social.
Perusahaan besar
– CFO (chief financial officer)
• Treasurer
• Controller
Perusahaan kecil
– Divisi/Bagian keuangan, manajer keuangan
Teori Keuangan
• Teori keuangan pada prinsipnya menjelaskan tentang bagaimana orang atau perusahaan seharusnya berperilaku dan kemudian dikembangkan teori lebih formal untuk mempelajari perilaku orang atau perusahaan.
• Asumsi Teori Keuangan :
1. Tidak ada biaya transaksi atau borkerage costs
2. Tidak ada pajak
3. Terdapat begitu banyak penjual dan pembeli sehingga tak seorangpun mampu mempengaruhi harga pasar
saham
4. Baik penjual maupun pembeli adalah price taker
1. Baik individu maupun perusahaan mempunyai akses yang sama ke pasar modal
2. Informasi tersedia untuk semua pelaku pasar modal tanpa biaya atai no information costs
3. Semua pelaku mempunyai harapan yang sama atau homogeneous expectaions
4. Tidak ada biaya yang berkaitan dengan financial distress
Teori Struktur Modal
• Franco Modigliani dan Merton Miller tahun 1958, mempublikasikan teori manajemen keuangan modern
" Bahwa nilai perusahaan tidak dipengaruhi oleh struktur modal "
• Dengan asumsi :
– Pasar modal efisien
– Menggunakan satu proses arbtrase untuk membuktikan bahwa struktur modal tidak relevan
Pembuktian Lanjutan ….
• Jika nilai perusahaan yang menggunakan hutang ternyata lebih tinggi dari pada nilai perusahaan yang tidak menggunakan hutang, maka investor yang memiliki saham di perusahaan yang dibiayai dengan hutang dapat meningkatkan pendapatannya dengan menjual sahamnya dan menggunakan dana tersebut ditambah dengan hutang untuk membeli saham perusahaan yang tidak memiliki hutang.
Pengruh transaksi ini akan mengakibatkan harga saham perusahaan yang memiliki hutang menurun dan harga saham yang tidak memiliki hutang akan menaik, dan proses ini akan terhenti jika kedua harga sama sama
• Jadi menurut Modigliani dan Miller harga saham tidak ditentukan oleh struktur modal.
Pada tahun 1963 Modigliani dan Miller mempublikasikan teori kedua, yaitu
“ Memperhatikan pajak “
• Dengan adanya pajak maka nilai perusahaan dan harga saham dipengaruhi oleh struktur modal.
• Semakin tinggi proporsi hutang digunkan maka semakin tinggi harga saham
• Dengan demikian penggunaan hutang mengakibatkan pendapatan setelah pajak yang tersedia bagi pemegang saham menjadi lebih besar dari pada jika perusahaan tidak menggunakan hutang.
Dalam peneliatan lanjutan “ bahwa penggunaan hutang memang akan meningkatkan nilai perusahaan “, tetapi pada suatu titik tertentu yaitu struktur modal optimum, nilai perusahaan akan menurun dengan semakin besarnya proporsi hutang dalam struktur modalnya.
• Kesimpulan ; Pada jumlah tertentu penggunaan hutang lebih baik, tetpi kelebihan hutang begitu besar tidak baik bagi perusahaan (terdapat trade off biaya dan manfaat)
Teori Deviden
• Franco Modigliani dan Merton Miller menguji pengaruh kebijakan deviden terhadap harga saham
• Kesimpulanya ; Bahwa kebijakan deviden seperti halnya struktur modal adalah tidak relevan
• Pembayaran deviden akan mengakibatkan berkurangnya laba ditahan ayng tersedia untuk pembiayaan investasi.
Teori Portofolio
• Protofolio adalah sekumpulan aset baik aset riil maupun aset finansial.
• Tahun 1952 Harry Markowits dalam teori : “Risiko dapat dikurangi dengan cara mengkombinasikan aset kedalam satu portofolio “, kunci pemikirannya adalah bahwa return aset tidak selalu berkorelasi positif satu sama lain secara sempurna
Capital Asset Pricing Model
• Tahun 1959 Jon Lintner, Jan Moisin dan William Sharpe mengembangkan capital asset pricing model – CAPM – yang menunjukan hubungan antara risiko dengan return.
• Dengan CAPM dapat dijelaskan bahwa return suatu aset adalah fungsi dari risk free rate atau tingkat
keuntungan bebas risiko, tingkat keutungan yang disyaratkan atas portofolio pasar dan volatility return aset relatif terhadap return portofolio pasar yang ditunjukan oleh koefisien beta.
Teori OPSI
• Opsi adalah suatu hak – bukan kewajiban – untuk menjual atau membeli suatu aset dengan harga tertentu selama jangka waktu tertentu.
• Opsi tidak memiliki nilai negatifn jika nilai negatif maka pemegang opsi tidak perlu mengeksekusi opsinya
• Tahun 1973 Fischer Black dan Myron Scholes mempublikasikan “ Black-Scholes option pricing model – OPM "
Efisien Pasar
• Hipotesis efisien pasar – the efficient markets hypothesis – EMH,
• Pasar yang efisien adalah satu pasar dimana harga mencerminkan semua informasi yang diketahui.
• Semua analis menerima dan mengevaluasi informasi baru yang berkaitan dengan setiap saham pada waktu yang hampir sama
• Pasar dikatakan secara informational efisien
– Informasi harus dapat diperoleh tanpa biaya dan tersedia bagi semua partisipan pasar modal pada saat yang sama
– Tidak ada biaya transaksi, pajak dan barrier transaksi lainnya
– Semua partisipan pasar modal bersikap rasional yaitu mereka selalu ingin memaksimalkan expected utility
Bentuk Pasar Modal Menurut EMH
• Bentuk lemah – Weak form efficiency
• Bentuk agak kuat – Semistrong form afficiency
• Bentuk kuat – Strong form efficiency
Implikasi EMH
• Bagi investor
– Strategi yang optimal adalah mencakup pemilihan tingkat risiko yang tepat, penciptaan portofolio yang sesuai dengan tingkat risiko yang diinginkan dan minimisasi biaya transaksi.
• Bagi manajer
– Bahwa nilai perusahaan tidak ditentukan oleh transaksi financial markets; karena transaksi finacial markets memiliki net present value sam dengan nol, maka nilai perusahaan hanya dapat ditingkatkan melalui tarsaksi product markets.
Teori Keagenan
• Tujuan perusahaan adalah memaksimumkan kemakmuran pemegang saham, tetapi kenyataannya para menejer memiliki tujuan lain yang bertentangan.
• Sering terjadi konflik :
– Konflik kepentingan antar agen; manajerdengan pemegang saham
– Konflik antara stockholders dan debtholders
Teori Informasi Asymetrik
• Informasi asymetrik adalah jika seorang manejer mengetahui prospek perusahaan lebih baik dari analisis atau investor.
• Informasi asymetrik terjadi diantara dua
kondisi ekstrem, yaitu :
– Perbedaan informasi yang kecil sehingga tidak mempengaruhi manajemen
– Perbedaab yang sangat signifikan sehingga sangat berpengaruh terhadap manajemen dan harga saham
• Dampak potensial dari informasi asymetrik adalah “ Kegagalan Pasar “
• Teori informasi asymetrik sangat berperan dalam manajemen keuangan, dengan adanya informasi yang tidak simetrik antara insider dengan investor mengakibatkan kebijakan perusahaan direspon tidak seperti yang diharapkan
Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Nilai Tukar dan Sistem Nilai Tukar
By : AdiMPSDefinisi Nilai Tukar
Nilai tukar adalah harga suatu mata uang terhadap mata uang lainnya atau nilai dari suatu mata uang terhadap nilai mata uang lainnya (Salvatore 1997:9). Kenaikan nilai tukar mata uang dalam negeri disebut apresiasi atas mata uang asing. Penurunan nilai tukar uang dalam negeri disebut depresiasi atas mata uang asing.
Faktor-Faktor yang mempengaruhi Nilai Tukar
Ada beberapa faktor utama yang mempengaruhi tinggi rendahnya nilai tukar mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing. Faktor-faktor tersebut adalah :
a. Laju inflasi relatif
Dalam pasar valuta asing, perdagangan internasional baik dalam bentuk barang atau jasa menjadi dasar yang utama dalam pasar valuta asing, sehingga perubahan harga dalam negeri yang relatif terhadap harga luar negeri dipandang sebagai faktor yang mempengaruhi pergerakan kurs valuta asing. Misalnya, jika Amerika sebagai mitra dagang Indonesia mengalami tingkat inflasi yang cukup tinggi maka harga barang Amerika
juga menjadi lebih tinggi, sehingga otomatis permintaan terhadap barang dagangan relatif mengalami penurunan.
b. Tingkat pendapatan relatif
Faktor lain yang mempengaruhi permintaan dan penawaran dalam pasar mata uang asing adalah laju pertumbuhan riil terhadap harga-harga luar negeri. Laju pertumbuhan riil dalam negeri diperkirakan akan melemahkan kurs mata uang asing. Sedangkan pendapatan riil dalam negeri akan meningkatkan permintaan valuta asing relatif dibandingkan
dengan supply yang tersedia.
c. Suku bunga relatif
Kenaikan suku bunga mengakibatkan aktifitas dalam negeri menjadi lebih menarik bagi para penanam modal dalam negeri maupun luar negeri. Terjadinya penanaman modal cenderung mengakibatkan naiknya nilai mata uang yang semuanya tergantung pada besarnya perbedaan tingkat suku bunga di dalam dan di luar negeri, maka perlu dilihat mana yang lebih murah, di dalam atau di luar negeri. Dengan demikian sumber dari perbedaan itu akan menyebabkan terjadinya kenaikan kurs mata uang asing terhadap mata uang dalam negeri.
d. Kontrol pemerintah
Menurut Madura (2003:114), bahwa kebijakan pemerintah bisa mempengaruhi keseimbangan nilai tukar dalam berbagai hal termasuk :
a. Usaha untuk menghindari hambatan nilai tukar valuta asing.
b. Usaha untuk menghindari hambatan perdagangan luar negeri.
c. Melakukan intervensi di pasar uang yaitu dengan menjual dan membeli mata uang. Alasan pemerintah untuk melakukan intervensi di pasar uang adalah :
1. Untuk memperlancar perubahan dari nilai tukar uang domestik yang bersangkutan.
2. Untuk membuat kondisi nilai tukar domestik di dalam batas-batas yang ditentukan.
3. Tanggapan atas gangguan yang bersifat sementara.
d. Berpengaruh terhadap variabel makro seperti inflasi, tingkat suku bunga dan tingkat pendapatan.
e. Ekspektasi
Faktor kelima yang mempengaruhi nilai tukar valuta asing adalah ekspektasi atau nilai tukar di masa depan. Sama seperti pasar keuangan yang lain, pasar valas bereaksi cepat terhadap setiap berita yang memiliki dampak ke depan. Dan sebagai contoh, berita mengenai bakal melonjaknya inflasi di AS mungkin bisa menyebabkan pedagang valas menjual Dollar, karena memperkirakan nilai Dollar akan menurun di masa depan. Reaksi langsung akan menekan nilai tukar Dollar dalam pasar.
Kemudian menurut Madura (2003:111-123), untuk menentukan perubahan nilai tukar antar mata uang suatu negara dipengaruhi oleh beberapa faktor yang terjadi di negara yang bersangkutan yaitu selisih tingkat inflasi, selisih tingkat suku bunga, selisih tingkat pertumbuhan GDP, intervensi pemerintah di pasar valuta asing dan expectations
(perkiraan pasar atas nilai mata uang yang akan datang).Sistem-Sistem Nilai Tukar
Sistem nilai tukar yang ditentukan oleh pemerintah, ada beberapa jenis, antara lain :
a. Fixed exchange rate system
Sistem nilai tukar yang ditahan secara tahap oleh pemerintah atau berfluktuasi di dalam batas yang sangat sempit. Jika nilai tukar berubah terlalu besar, maka pemerintah akan mengintervensi untuk memeliharanya dalam batas-batas yang dikehendaki.
b. Freely floating exchange rate system.
Sistem nilai tukar yang ditentukan oleh tekanan pasar tanpa intervensi dari pemerintah.
c. Managed floating exchange rate system.
Sistem nilai tukar yang terletak diantara fixed system dan freely floating, tetapi mempunyai kesamaan dengan fixed exchange system, yaitu pemerintah bisa melakukan intervensi untuk menjaga supaya nilai mata uang tidak berubah terlalu banyak dan tetap dalam arah tertentu. Sedangkan bedanya dengan free floating, managed float masih lebih
fleksibel terhadap suatu mata uang. Lalu menurut Krugman dan Obstfeld (2000:485), managed floating exchange rate system adalah sebuah sistem dimana pemerintah mengatur perubahan nilai tukar tanpa bermaksud untuk membuat nilai tukar dalam kondisi tetap.
d. Pegged exchange rate system
Sistem nilai tukar dimana nilai tukar mata uang domestik dipatok secara tetap terhadap mata uang asing.
Tag :
Ekonomi,
